Pasien datang dengan kondisi siku menekuk kaku, jari-jari tangan menggenggam erat, kaki diseret saat berjalan karena tidak dapat menekuk, serta dua jari kaki kaku. Pasien memiliki riwayat stroke sejak dua tahun lalu dan sempat dibawa berobat ke beberapa tukang urut, tetapi belum membuahkan hasil yang diharapkan; bahkan beberapa tindakan urut sempat memperberat keluhannya.
Setelah melihat informasi mengenai VERTA Medika x Klinik Bengawan Medistra Prambanan di Facebook, pasien memutuskan untuk berikhtiar kembali melalui terapi akupunktur dengan kondisi awal tangan masih tertekuk dan kaki masih diseret saat berjalan.
Pada sesi pertama, selain keluhan fisik berupa kekakuan pada tangan, kaki, dan nyeri bahu, pasien juga mengeluhkan tidur yang tidak nyenyak karena sering bermimpi. Memasuki sesi kedua, pasien mulai merasakan perbaikan pada kualitas tidurnya.
Perkembangan motorik mulai terlihat jelas pada sesi keempat. Siku yang semula kaku tertahan di posisi sekitar 40 derajat mulai dapat digerakkan hingga rentang 65–70 derajat, jari-jari tangan mulai bisa membuka, dan langkah kaki terasa jauh lebih ringan.
Pada sesi keenam, tubuh pasien terasa jauh lebih enteng secara menyeluruh dan posisi tangan sudah mulai bisa diluruskan. Kekakuan pada tangan hanya muncul kembali saat otot mengalami kelelahan—misalnya setelah beraktivitas berat atau mengendarai sepeda motor—lalu dapat lurus kembali setelah tubuh rileks.
Pada sesi kesembilan, pasien merasa kondisinya sudah jauh lebih nyaman dan memutuskan untuk mengakhiri rangkaian terapi, meski langkah kakinya masih menyisakan sedikit pincang.