Ny.S (79 Tahun) pasien menagalami kejadian jatuh terpeleset yang membuatnya harus menjalani operasi AMP pada 9 Juni 2026. Setelah operasi, pasien masih merasakan nyeri pada pinggul kanan dan mengalami keterbatasan gerak. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam melakukan aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan dengan mudah.
Pada 22 Juni 2026, pasien memulai program fisioterapi di Verta Medika Karangdowo. Saat itu kondisi pasien belum mampu untuk duduk mandiri dan berdiri serta berjalan. Takut untuk menggerakkan kakinya karena nyeri dan kekakuan efek dari setelah operasi. Di tengah keterbatasan tersebut, terdapat satu tujuan yang ingin dicapai: kembali berjalan secara mandiri pada 8 Juli 2026. Target ini menjadi motivasi dalam menjalani setiap tahapan rehabilitasi.
Pada kunjungan ke 2 (25 Juli 2026) pasien mampu berjalan sedikit demi sedikit menggunakan walker, tetapi untuk duduk berdiri masih membutuhkan bantuan.
Seiring berjalannya waktu, pasien mulai menunjukkan perkembangan. Pada kunjungan ke-4 (2 Juli 2026) , nyeri mulai berkurang, pasien mampu untuk duduk berdiri mandiri tanpa bantuan. sehingga latihan semakin ditingkatkan dengan berjalan naik turun tangga, latihan keluar masuk mobil, serta latihan penguatan untuk meningkatkan kemampuan fungsional.
Fisioterapi tidak berhenti ketika pasien mulai mendekati target awalnya saja. Pada pertemuan ke 6-7 pasien mampu berjalan menggunakan walker dengan lancar, naik turun tangga dengan lancar, nyeri sudah minim sekali.
Karena target pasien sudah tercapai dan tidak ada keluhan yang dirasakan pasien memutuskan untuk berhenti untuk fisioterapi dengan catatan tetap latihan setiap hari seperti yang sudah dijelaskan.