Tn.D (72 tahun) mengeluh lemah pada anggota gerak atas dan bawah sejak akhir tahun 2025. Pasien didiagnosa Spondylosis Cervical pada Maret 2026, lalu dilakukan operasi laminectomy spinal fusion VC3-VC6. Pasien pertama kali homevisit akupunktur dari Verta Medika Karangdowo pada 6 Mei 2026. Saat itu kondisi Pasien hanya bisa terbaring dan belum bisa melakukan aktivitas apapun. Tangan dan kaki masih belum bisa digerakkan, namun masih ada kekuatan terutama pada kedua kaki. Pasien rutin akupunktur dengan frekuensi terapi seminggu sekali. Selain akupunktur, pasien juga melakukan fisioterapi rutin.
Pada kunjungan akupunktur ke-8, tepatnya pada 24 Juni 2026, pasien sudah bisa miring sendiri, sudah bisa mengangkat tangan 90 derajat, dan kaki sudah bisa digerakkan dengan leluasa.
Pada kunjungan akupunktur ke-9, pada 1 Juli 2026, pasien sudah bisa duduk dengan cara dibantu untuk didudukkan keluarga. Namun untuk berdiri belum terlalu kuat. Saat akupunktur, terapis melihat ada pembengkakan pada lutut kanan, dan terapis meminta keluarga pasien untuk menanyakan ke dokter jika sekalian kontrol. Saat dirontgen, ditemukan terdapat pengapuran pada lutut kanan.
Pada kunjungan akupunktur ke-10, pada 8 Juli 2026, terapis akupunktur menambahkan titik akupunktur untuk keluhan pengapurannya.
Pada kunjungan akupunktur ke -11, pada 15 Juli 2026, pasien sudah bisa duduk sendiri, berpindah posisi duduk dari bed ke kursi maupun sebaliknya. Pasien juga merasa sedikit lebih ada kekuatan pada kaki untuk belajar berdiri.
Pada kunjungan akupunktur ke-13, 29 Juli 2026, pasien sudah tidak merasa nyeri pada lutut kanan, namun masih terdapat pembengkakan. Pasien juga sudah semakin kuat belajar berdiri dan berjalan menggunakan walker. Pasien sudah bisa beraktivitas mandiri. Terapis memutuskan untuk frekuensi akupunktur pada Tn.D berubah menjadi 2/3minggu sekali.
Pada kunjungan akupunktur ke-15, 2 September 2026, lutut pasien sudah tidak bengkak. Pasien juga sudah bisa mandi sendiri mengangkat gayung dengan air penuh pada gayung.
Pada kunjungan akupunktur ke-17, 14 Oktober 2026, pasien sudah bisa berjalan hanya dengan tongkat untuk jaga jaga jika tiba tiba hilang keseimbangan.
Tn.D (72) Karangdowo - Post OP Spondylosis Cervical
15 Oct 2026
|
Admin
Ringkasan: Kelemahan Anggota Gerak Atas dan Bawah